Pertanyaan yang paling sering kami dengar dari kantor: “aroma apa yang bikin orang fokus?” Sebuah studi yang terbit di jurnal Buildings pada akhir 2025 — kerja sama Universitas Kehutanan Nanjing dan Universitas Nottingham Trent — memberi jawaban yang lebih berguna daripada satu nama aroma: tergantung lelah yang mana.1 Para peneliti membuat pekerja kantor lelah secara sungguhan, lalu mengukur tubuh dan otaknya setelah 90 detik menghirup aroma dari tiga keluarga: buah, bunga, dan hutan.
PercobaannyaLelah dulu, baru aroma.
Dua puluh pekerja kantor berusia 25–30 tahun — sepuluh laki-laki, sepuluh perempuan — mengerjakan 45 menit tugas klasifikasi data dengan tuntutan ketelitian di atas 95%. Kuesioner kelelahan menegaskan mereka benar-benar lelah di semua dimensi. Lalu masing-masing menghirup aroma selama 90 detik: melati atau lavender (bunga), lemon atau jeruk (buah), tea tree atau cedarwood (hutan), semuanya pada konsentrasi 10%, dibandingkan dengan tanpa aroma.
Yang diukur bukan hanya perasaan. Peneliti merekam gelombang otak (EEG), variabilitas detak jantung, ketegangan otot bahu (EMG), diameter pupil, waktu menyelesaikan tugas berikutnya, dan tiga kuesioner beban kerja dan suasana hati.1
HasilnyaTiga aroma, tiga jenis pemulihan.
Aroma buah — lemon dan jeruk — paling kuat memulihkan kelelahan psikologis dan kemampuan kognitif: peserta menyelesaikan tugas berikutnya paling cepat, melaporkan tekanan mental paling rendah, dan semangat paling tinggi. Aroma bunga — melati dan lavender — paling kuat memulihkan kelelahan fisiologis: ketegangan otot bahu turun paling banyak. Aroma hutan — tea tree dan cedarwood — paling menurunkan “beban waktu”, yaitu rasa diburu oleh waktu.1

Kesimpulan para penulis: ketiga intervensi aroma “sampai taraf tertentu meringankan kelelahan karyawan dan meningkatkan kemampuan kognitif”, dengan manfaat yang berbeda-beda — dan mereka menyarankan pemilihan aroma sesuai jenis kelelahan yang ingin dipulihkan di sebuah ruang kantor.
Lelah pikiran dan lelah badan ternyata pulih dengan aroma yang berbeda.Catatan
Apa yang belum dijawab.
Ini studi laboratorium dengan 20 peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian (dari 40 yang direkrut), satu kali pengukuran, dan paparan 90 detik — bukan seharian. Penulisnya sendiri mencatat batasan-batasan itu. Hasilnya adalah arah, bukan resep. Tetapi arahnya cocok dengan yang kami lihat di lapangan: ruang kerja dan ruang istirahat sebaiknya tidak memakai aroma yang sama.




